Sang Pamomong
Menepis Mistis, Merengkuh Makna di Balik Malam Jumat Kliwon
Dalam benak masyarakat modern, kombinasi dua kata ini kerap menghadirkan sensasi dingin yang menjalar di tengkuk: Malam Jumat Kliwon. Industri hiburan kita, lewat puluhan judul film horor berdekorasi kemenyan dan jeritan histeris, sukses menancapkan stigma tunggal bahwa Jumat Kliwon adalah malam kembalinya makhluk astral, malam pelepasan pesugihan, atau malam di mana garis batas antara dunia […]
Punakawan Ngrasani AI yang Kini Bisa Nyolong Data Sendiri
Suasana Pendopo Karang Kedempel di sore hari yang temaram. Petruk sibuk meniup-niup papan sirkuit barang rongsokan elektronik tua, Gareng asyik membetulkan lampu sentir, sementara Bagong tiduran selonjoran sambil ngorok kecil. Semar duduk di balai-balai, menyeruput wedang jahe hangat. Semar: (Tersenyum tipis, merapikan kain sarungnya) “Lho,-lho, Gong, tangi ta. Jangan malah mendengkur kayak traktor rusak. Itu […]
Menghapus Badai dengan Jalur Orang Dalam (Yaitu: Pikiranmu Sendiri)
“Tuhan memberikan kedamaian abadi, apabila pikiran menghendaki,” kata seorang kawan kepada saya saat memulai sebuah obrolan yang memantik perenungan mendalam. Seringkali kita merasa kalah sebelum bertanding. Bukan karena musuh atau tantangan di depan kita terlalu besar, melainkan karena kita sudah terlebih dahulu memberi ruang bagi ketakutan untuk tumbuh subur di dalam kepala kita sendiri. Kita […]
Mata Batin dan Rahasia yang Tertitip pada Tangan
Pernahkah sejenak kita memandangi punggung tangan kita sendiri? Bukan dalam rangka mengagumi kehalusan kulitnya, bukan pula menghitung keriput yang mulai terkikis usia. Melainkan memandangnya dengan pandangan “mata kedua”—pandangan mata batin (bashirah) yang mencoba menembus tabir-tabir fisik untuk menemukan rahasia ilahi yang tertitip pada tubuh kita. Coba rapatkan dan tangkupkan jari-jari tangan sahabat ariarief.com seperti yang […]
Tiket itu Bernama “Pulang”
Di sebuah kelas madrasah di sudut Jombang, Jawa Timur, puluhan tahun silam, seorang guru berdiri di depan kelas saat ujian berlangsung. Beliau berkata dengan tenang, “Sopo sing wis rampung ujiane, oleh mulih dhisik.” (Siapa yang sudah selesai ujiannya, boleh pulang duluan). Kala itu, kalimat tersebut adalah musik yang paling indah di telinga kami. Pulang berarti […]
Potongan Manusia Ternyata Diciptakan Memang untuk Salat!
Saya masih ingat betul getaran suara guru mengaji saya saat menjelaskan rahasia penciptaan fisik kita. Beliau sering menyebut bahwa setiap “potongan” atau bagian tubuh manusia bukanlah sebuah kebetulan biologis semata. Ada rancangan besar di baliknya, sebuah desain agung yang memastikan bahwa hamba-Nya dapat berkomunikasi dengan Sang Pencipta melalui gerakan salat secara sempurna. Kalimat sederhana itu […]
Wulang Reh, Kompas Moral yang Hilang di Tengah Banjir Informasi
Upaya menerjemahkan kembali Serat Wulang Reh ke dalam bahasa Indonesia—sebagaimana yang tengah digagas oleh rekan-rekan di Majelis Ulama Indonesia (MUI) Penajam Paser Utara (PPU), Kaltim, bukan sekadar proyek literasi bahasa. Ini adalah upaya menjemput “kompas moral” yang sempat tertimbun debu sejarah. Bagi kita yang hidup di tengah arus informasi yang serba cepat, karya Sri Susuhunan […]
Kekikiran Spiritual, Mengapa Mendoakan Orang Tua 5 Kali Sehari Disebut Durhaka?
Di dalam sunyi-senyap laku spiritual, manusia sering merasa sudah jadi hamba yang saleh. Hal itu, disebabkan kening telah menyentuh sajadah lima kali sehari. Manusia merasa sudah jadi anak yang berbakti hanya karena selipan doa singkat di penghujung salam. Sebuah kisah getir namun indah datang dari tanah para nabi, Kairo. Kisah itu saya baca beberapa hari […]
Cara Mengubah Beban Hidup Menjadi Ringan Selembut Kapas
Banyak orang merindukan untuk mencicipi manisnya madu. Itu, seperti saya juga. Karena madu juga adalah jamu, yang kata tetua-tetua dulu minuman madu adalah racik sewu (racik seribu). Tetapi, orang jadi mendadak amnesia bahwa madu itu dijaga oleh ribuan lebah yang siap menyengat. Dalam hidup ini, kita sering kali ingin menjadi konsumen berkah, namun mendadak ingin […]
“Engkau Mau Pulang ke Mana?” – Sebuah Tanya yang Mengubah Cara Kita Beragama
Dunia hanyalah sebuah pasrawungan, ruang singgah sekaligus perjalanan panjang yang melelahkan. Di sepanjang jalan itu, setiap musafir, seperti kita ini, sesungguhnya hanya merindukan satu muara di ujung pengembaraannya, yaitu, keselamatan. Tidak ada lagi, hanya kecuali itu saja. Namun, sering kali kita terjebak dalam labirin diskusi teologis yang rumit. Sibuk mendebatkan tentang definisi selamat ini, sehingga […]
