Sang Pamomong
Tiket itu Bernama “Pulang”
Di sebuah kelas madrasah di sudut Jombang, Jawa Timur, puluhan tahun silam, seorang guru berdiri di depan kelas saat ujian berlangsung. Beliau berkata dengan tenang, “Sopo sing wis rampung ujiane, oleh mulih dhisik.” (Siapa yang sudah selesai ujiannya, boleh pulang duluan). Kala itu, kalimat tersebut adalah musik yang paling indah di telinga kami. Pulang berarti […]
Potongan Manusia Ternyata Diciptakan Memang untuk Salat!
Saya masih ingat betul getaran suara guru mengaji saya saat menjelaskan rahasia penciptaan fisik kita. Beliau sering menyebut bahwa setiap “potongan” atau bagian tubuh manusia bukanlah sebuah kebetulan biologis semata. Ada rancangan besar di baliknya, sebuah desain agung yang memastikan bahwa hamba-Nya dapat berkomunikasi dengan Sang Pencipta melalui gerakan salat secara sempurna. Kalimat sederhana itu […]
Wulang Reh, Kompas Moral yang Hilang di Tengah Banjir Informasi
Upaya menerjemahkan kembali Serat Wulang Reh ke dalam bahasa Indonesia—sebagaimana yang tengah digagas oleh rekan-rekan di Majelis Ulama Indonesia (MUI) Penajam Paser Utara (PPU), Kaltim, bukan sekadar proyek literasi bahasa. Ini adalah upaya menjemput “kompas moral” yang sempat tertimbun debu sejarah. Bagi kita yang hidup di tengah arus informasi yang serba cepat, karya Sri Susuhunan […]
Kekikiran Spiritual, Mengapa Mendoakan Orang Tua 5 Kali Sehari Disebut Durhaka?
Di dalam sunyi-senyap laku spiritual, manusia sering merasa sudah jadi hamba yang saleh. Hal itu, disebabkan kening telah menyentuh sajadah lima kali sehari. Manusia merasa sudah jadi anak yang berbakti hanya karena selipan doa singkat di penghujung salam. Sebuah kisah getir namun indah datang dari tanah para nabi, Kairo. Kisah itu saya baca beberapa hari […]
