Resonansi
Ijazah Petruk dan Festival Kacamata Pembesar di Karang Kedempel
Seandainya Ki Narto Sabdo masih hidup, beliau mungkin perlu mengubah sedikit pakem pewayangan. Di Negeri Republik Karang Kedempel—negeri yang tanahnya subur, humornya makmur, tapi logika hukumnya sering libur—dunia politik sedang dilanda pagebluk baru yang sangat filosofis: Misteri Kertas Berstempel. Pusat dari goro-goro ini tidak lain dan tidak bukan adalah Petruk. Mantan pimpinan karismatik Republik Karang […]
Karang Kedempel dan Musim Setan Menangkap Setan
Suasana di gardu ronda Republik Karang Kedempel malam itu mendadak hangat. Bukan karena wedang jahe buatan Mak Pon yang ekstra pedas, melainkan karena selembar koran bekas yang dibawa Petruk. Di halaman utamanya, terpampang berita megah: Seorang Penegak Hukum Berbaju Cokelat Ditangkap Penegak Hukum Berbaju Kejaksaan. Esoknya, Gantian Penegak Hukum Berbaju Kejaksaan Dicokok Penegak Hukum Berbaju […]
Misteri Ijazah Karang Kedempel: Menunjukkan yang Asli Lebih Horor Ketimbang Membayar Pengacara
Di dunia ini, ada hal-hal yang kebenarannya sudah mutlak, absolut, dan tidak butuh diperdebatkan lagi di sidang paripurna. Salah satunya adalah matematika dasar: 1 + 1 = 2. Bahkan anak TK di Republik Karang Kedempel pun tahu, jika mereka punya satu buah pisang lalu diberi satu lagi oleh ibunya, jumlahnya menjadi dua. Sederhana, logis, dan […]
Menjaga Berlian di Telapak Tangan, Seni Menghargai Ketulusan
Dalam perjalanan hidup yang kian bising dan transaksional, seperti sekarang ini, kita kerap kali terjebak pada perlombaan mencari “yang lebih”. Misalnya, lebih baru, lebih menarik, atau lebih menguntungkan. Namun, di tengah hiruk-pukuk itu, kita seringkali melupakan satu hukum alam yang absolut. Apakah itu? Bahwa, melukai jiwa-jiwa yang tulus adalah cara paling efektif untuk menghancurkan diri […]
Geger Karang Kedempel: Menakar Cuan Batu Bara Kaltim dan Nasib IKN di PPU saat Dunia Sedang ‘Goro-Goro’
Malam itu, Pendopo Kepresidenan Karang Kedempel diselimuti asap rokok klobot yang lebih tebal dari biasanya. Gareng, sang Presiden yang baru seumur jagung menjabat, tampak sedang memelototi layar tablet vintage-nya dengan kening berlipat-lipat. Di sampingnya, Petruk, sang mantan penguasa dua periode, duduk santai sambil menyeruput kopi pahit, seolah beban negara bukan lagi urusannya, meski bayang-bayangnya masih […]
