Presiden Gareng, Petruk Jilid Dua? Benarkah? Simak Kisahnya Ini!

Republik Karang Kedempel punya Presiden Petruk jilid II? Gambar diambil dari internet.
REPUBLIK KARANG KEDEMPEL kembali bergejolak! Dan, memang seolah negara ini diciptakan dengan penuh gejolak. Setidaknya, tiada hari tanpa gejolak. Biasanya, setelah ada gejolak baru para pejabat baru turun lapangan. Namun, lakon yang dipaparkan kali ini bukan tentang wajah pejabat di negeri Republik Karang Kedempel yang no viral no justice itu. Tetapi kisah kali ini mengisahkan tentang Petruk. Kenapa? Setelah dua periode penuh “kejutan” di bawah kepemimpinan Presiden Petruk, kini tampuk kekuasaan beralih ke tangan adiknya yang tak kalah unik, Gareng. Euforia perubahan sempat menyeruak di kalangan kawula alit, berharap angin segar bakal bertiup kencang. Namun, belum juga debu pelantikan mereda, aroma “deja vu” sudah menyeruak kuat.
Bagaimana tidak? Baru sebulan Gareng menduduki kursi presiden, masyarakat  kawula alit menyaksikan penampilan atau gaya kepemimpinannya kok ya persis plek ketiplek dengan sang mantan! Kebijakan yang dikeluarkan, pidato-pidato yang dilontarkan, bahkan sampai gestur tangan saat menerima tamu negara, semuanya terasa seperti melihat Petruk dalam bingkai yang sedikit lebih kurus.
Usut punya usut, rahasia di balik “kembaran gaya” ini akhirnya terkuak. Dalam sebuah wawancara eksklusif (yang entah bagaimana caranya bisa diloloskan oleh tim medianya yang super ketat), Gareng blak-blakan mengaku bahwa dirinya adalah murid setia dari “Guru Besar Politik Karang Kedempel,”, tak lain dan tak bukan adalah… Petruk sendiri! Bahkan, dalam sebuah kesempatan di depan para pendukungnya ia tanpa tedeng aling-aling (bahasa Jawa, berbicara atau bertindak secara terus terang, jujur, dan apa adanya, tanpa filter atau penutup) ia meneriakkan nama: Hidup Jokowi, eh salah, Hidup Petruk, dengan sangat keras.
“Beliau itu the real deal,” ujar Gareng dengan mata berbinar-binar, persis seperti anak kecil yang memuji idolanya. “Semua ilmu kepemimpinan saya serap dari beliau. Sistem sendika dawuh yang beliau terapkan selama ini terbukti ampuh… ampuh bikin geleng-geleng kepala maksudnya,” lanjutnya sambil terkekeh, yang entah disadari atau tidak, justru terdengar seperti sedang menyindir gurunya.
Sontak, pengakuan ini membuat banyak pihak garuk-garuk kepala. Bagaimana mungkin Gareng, yang selama ini dikenal lebih kalem dan “mikir-mikir dulu” sebelum bertindak, bisa sebegitu miripnya dengan Petruk yang terkenal dengan ide-ide dadakannya yang seringkali… ya, begitulah. Di sisi lain, teriakan Hidup Petruk itu kini telah menyebar di berbagai platform media sosial. Suara-suara Gareng yang serak-serak banjir (basah) itu kini menjadi plesetan para netizen, yang kadangkala, mengundang tawa netizen yang menonton. Dunia maya akhirnya penuh dengan suara-suara Gareng yang kini menjengkelkan itu.
Para pengamat politik Karang Kedempel pun mulai angkat bicara. “Ini jelas fenomena menarik,” ujar Ki Lurah Domas, seorang sesepuh desa yang juga dikenal sebagai analis politik dadakan di warung kopi. “Kita berharap Gareng membawa perubahan, eh malah jadi Petruk reborn. Mungkin dulu Petruk pas orasi sambil ngupil, sekarang Gareng juga ikutan. Kan sendika dawuh!”
Sementara itu, di pelosok Republik Karang Kedempel, rakyat hanya bisa menghela napas panjang. Dua periode dipimpin Petruk dengan segala keunikan dan “kejutan”nya, kini harus bersiap menghadapi minimal lima tahun ke depan dengan gaya kepemimpinan yang… identik.
“Ya sudahlah,” celetuk seorang ibu penjual jamu sambil menuangkan dagangannya. “Yang penting harga lombok sama terong stabil. Mau Gareng kek, mau Petruk kek, asal perut kenyang, kami mah manut saja.”
Namun, di balik kepasrahan itu, terselip juga harapan kecil. Siapa tahu, di tengah “kesamaan” yang mencolok itu, Gareng punya kejutan tersembunyi. Mungkin saja, sistem sendika dawuh yang ia anut justru menjadi parodi yang cerdas, sebuah sindiran halus terhadap gaya kepemimpinan sang guru. Atau mungkin juga… ya, sudahlah. Kita tunggu saja kejutan-kejutan “Petruk jilid dua” di Republik Karang Kedempel ini. Yang jelas, siap-siap saja perut kita dikocok oleh tingkah polah pemimpin yang satu ini!
Memang penampilan dan gaya kepemimpinan Gareng yang serupa namun tidak sama dengan Petruk itu hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar. Padahal, jika ditilik latarbelakang Gareng yang lebih sigap dan trengginas itu semestinya punya pola sendiri. Ternyata, ya sudahlah!
(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *