Ada ‘Singapura’ di Tengah Hutan Waru PPU? Mengintip Pesona Wana Wisata Api-Api yang Sedang Viral

Bocil lebih suka berayun-ayun di Wana Wisata Api-Api, Waru, PPU.

Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) di Kaltim ini tidak pernah kehabisan cerita soal potensi alamnya. Termasuk objek wisatanya yang tersebar pada empat kecamatan. Yaitu, Kecamatan Penajam, Waru, Babulu, dan Sepaku. Jika selama ini perhatian banyak orang tersita oleh hiruk-pikuk pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara  di Sepaku, kabupaten yang sama itu, maka, sesekali cobalah menepi sejenak ke arah Kecamatan Waru.

Di sana, tepatnya di Desa Api-Api, terdapat sebuah destinasi yang kini tengah naik daun sebagai primadona wisata keluarga: Objek Wana Wisata Api-Api. Tempatnya mudah dijangkau baik dengan kendaraan roda empat, terlebih lagi dengan kendaraan roda dua.

Terletak sekitar 32 kilometer dari pusat Kecamatan Penajam, yang merupakan ibu kota Kabupaten PPU, tempat ini menawarkan kombinasi yang pas antara kesegaran suasana hutan dan keceriaan wahana permainan. Tidak heran jika saat libur Lebaran atau libur nasional, tempat ini diserbu pengunjung yang mencari alternatif hiburan tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam alias berbiaya terjangkau.

Saya pernah mengunjungi objek wisata yang terletak di pinggir jalan raya trans Kaltim-Kalsel ini. Begitu melangkah masuk, pengunjung langsung disambut dengan berbagai spot foto yang dirancang untuk mempercantik beranda media sosial.

Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah replika patung singa khas Singapura yang bersanding unik dengan deretan lampion warna-warni. Pengelola yang sekaligus owner objek wisata ini, Suyanto, mengatakan, ia terobsesi memasang replika patung singa ini setelah ia pulang  dari kunjungannya ke Singapura. “Saya lihat kok patung singa di Singapura itu bagus. Ternyata, pas saya buatkan replika dan dipasang di sini justru melengkapi keindahan yang sudah ada,” kata Suyanto, pensiunan kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) PPU itu.

Terlebih lagi, lanjut pria ramah asal Mojokerto, Jatim itu, di malam hari atau saat cuaca cerah, perpaduan lampion dan pepohonan memberikan kesan magis yang jarang ditemukan di tempat lain. Dilengkapi kafe, warga yang berkunjung, utamanya pada malam akhir pekan, bisa melihat pula suasana kelip-kelip lampu kapal yang tengah sandar di laut, yang bisa disaksikan dari ketinggian objek wisata ini.

Surga Bermain bagi Si Kecil

Bagi para orang tua, Wana Wisata Api-Api bisa dikatakan adalah “penyelamat” saat anak-anak ketika mulai jenuh di rumah. Pengelola tempat ini nampaknya paham betul cara memanjakan anak-anak atau bocah cilik (bocil). Hanya dengan tiket masuk sebesar Rp 15.000 per orang, pengunjung sudah bisa menikmati beragam fasilitas yang tersedia dalam satu area terpadu.

Menurut Suyanto, setidaknya ada 10 jenis permainan yang bisa dieksplorasi di area utama. Dua perosotan besar dan satu perosotan kecil untuk balita; wahana ketangkasan seperti panjat tebing, meniti tebing, dan memanjat pelampung; jembatan drum yang melatih keseimbangan.

Tidak kalah menariknya lagi, ada tiga macam ayunan dan rumah-rumahan, dan trampolin untuk melatih motorik anak. Menariknya, Suyanto juga menambahkan bahwa bagi mereka yang ingin menikmati suasana luar ruangan secara cuma-cuma, tersedia fasilitas gratis seperti ayunan dan jembatan di area outdoor.

Suyanto yang suka humor itu juga menegaskan, tidak perlu khawatir soal kenyamanan. Wana Wisata Api-Api sudah dilengkapi dengan gazebo-gazebo teduh yang cocok untuk tempat makan bersama keluarga. Tentu saja, sembari mengawasi anak-anak mereka bermain. Fasilitas dasar seperti kamar mandi juga tersedia dengan kondisi yang terawat. Sehingga, pengunjung tidak perlu khawatir untuk urusan buang air kecil (BAK) atau buang air besar (BAB). Bahkan, mandi sekalipun.

Bagi warga PPU, kehadiran Wana Wisata Api-Api membuktikan bahwa liburan berkualitas tidak harus mahal atau pergi jauh ke luar daerah. Cukup berkendara ke Kecamatan Waru, Anda sudah bisa mendapatkan keseruan, foto-foto cantik, dan yang terpenting: tawa bahagia keluarga.

Saya secara pribadi sudah membuktikan dengan beberapa kali berkunjung ke tempat ini. Saat ini saya sedang mencari waktu untuk mengajak keluarga, termasuk membawa dua cucu untuk berkunjung kemari. Pengelola secara khusus jauh hari telah mengundang saya untuk menginap di kawasan ini. “Sudah saya siapkan vila untuk mas Ari dan keluarga apabila mau menginap,” kata Suyanto.

Saya sudah membuktikan. Nah, sekarang, kapan jadwal liburan Anda selanjutnya ke Desa Api-Api? Atau, sudah punya pengalaman seru di sini? Bagikan di kolom komentar, ya?

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *