Pelayanan RSUD RAPB PPU Mengecewakan? Jangan Ragu, Langsung Saja Hubungi Humas untuk Solusi Cepat!

Bermasalah dengan pelayanan kesehatan? Silakan kontak ke nomor tertera.

Dalam ekosistem layanan publik, rumah sakit sering kali menjadi muara dari berbagai emosi: harapan, kecemasan, hingga rasa tidak puas. Di tengah kompleksitas tersebut, RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB) Penajam Paser Utara (PPU), Kaltim, tidak terlepas dari permasalahan ini. Namun, manajemen mencari cara untuk mendapatkan solusi penanganan tuntas. Akhirnya ditemukan solusi jitu dengan  mendefinisikan ulang peran hubungan masyarakat (humas) pada rumah sakit ini.

Saat ini, Bagian Humas dan Promosi RSUD RAPB PPU yang berada di lantai bawah, yang ruangannya tepat di sisi kiri pintu masuk utama rumah sakit pelat merah ini, bukan lagi sekadar sebagai “pemadam kebakaran” saat ada konflik, melainkan sebagai jantung dari kepuasan pasien. Saat ini, humas bukan lagi berkonotasi hanya untuk menyenangkan atasan saja, namun telah bertransformasi melebihi status dan tugas pokok kesehariannya, terkhusus untuk peningkatan pelayanan kesehatan warga di daerah ini. Transformasi ini sekarang telah menjadi bagian tugas pokok dan fungsi (tupoksi) baru bagi humas di rumah sakit ini.

Bukan Sekadar Jabatan, Tapi Jembatan

Langkah manajemen RSUD RAPB yang mengintensifkan pendampingan langsung terhadap keluhan pelayanan adalah sebuah anomali positif di tengah birokrasi yang kerap kaku. Selama ini, Humas di lembaga publik sering terjebak dalam tugas administratif atau sekadar pencitraan. Namun, Nurdin (kepala bagian) dan tim Humas dan Promosi di RSUD RAPB memilih jalur yang berbeda. Mereka turun langsung ke lapangan, di antaranya, mendampingi pasien atau keluarga pasien untuk mendapatkan pelayanan optimal dan tuntas.

Humas dan Promosi kini bertindak sebagai mediator sekaligus navigator. Bagi pasien yang sedang dalam kondisi emosional karena masalah pelayanan, kehadiran sosok pendamping yang menjembatani komunikasi dengan unit teknis adalah sebuah bentuk “P3K Psikologis”. Ini adalah manifestasi nyata dari layanan kesehatan yang responsif dan transparan. Cara ini sudah mereka buktikan, dan hasilnya mampu mengurai berbagai problematika yang dirasakan pasien dan atau keluarganya.

Kritik sebagai Instrumen Evaluasi

Satu poin menarik dari pernyataan Humas dan Promosi RSUD RAPB PPU adalah pandangan bahwa kritik bukanlah hambatan. Dalam kacamata manajemen modern, masukan dari masyarakat adalah data mentah yang paling jujur.

Dengan sistem pendampingan ini, setiap gesekan di lapangan tidak dibiarkan membesar menjadi bola salju di media sosial, melainkan segera diklarifikasi secara jernih. Pendekatan win-win solution yang diusung menunjukkan bahwa rumah sakit tidak defensif, melainkan membuka diri untuk bertransformasi bersama masyarakat.

Membangun Ekosistem Kepercayaan

Transparansi ini pun didukung dengan kanal pengaduan yang inklusif. Selain pertemuan tatap muka di Ruang Humas dan Promosi di rumah sakit milik pemerintah daerah pada jam kerja, manajemen menyediakan jalur digital yang sangat dekat dengan keseharian warga, yaitu, WhatsApp (WA).

Bahkan, keberanian mencantumkan nomor kontak langsung (seperti layanan utama di 0812 5692 3840) adalah bukti bahwa RSUD RAPB siap “pasang badan” untuk kualitas layanan mereka. Keamanan data dan kerahasiaan pelapor yang dijamin penuh menjadi kunci utama tumbuhnya kepercayaan publik. Sesaat setelah menerima pengaduan pihak Humas dan Protokol RSUD RAPB PPU ini segera melakukan langkah-langkah, di antaranya, melakukan crosh check ke lintas divisi terkait, sehingga manakala ditemukan kebuntuan pada satu titik selanjutnya diurai dan ditemukan solusi yang diperlukan.

Apa yang dilakukan RSUD RAPB PPU adalah pengingat bagi kita semua bahwa teknologi medis yang canggih sekalipun tidak akan pernah bisa menggantikan sisi kemanusiaan dalam pelayanan. Pada akhirnya, pasien tidak hanya ingin sembuh secara fisik, tetapi juga ingin didengar dan dihormati martabatnya sebagai warga negara. Dan ini, tampaknya, terus dibina dengan penempatan personel Humas dan Promosi RSUD RAPB PPU untuk kian peduli terhadap persoalan-persoalan pasien dan kesehatan. Saya sendiri telah mendapatkan beberapa testimoni melalui beberapa media sosial, termasuk menggunakan platform perpesanan WA. Kebanyakan warga memberikan penilaian bahwa layanan rumah sakit ini semakin membaik, dan telah masuk kategori baik. Semoga!

Nah, sekarang bagi warga yang sedang berurusan dengan rumah sakit ini dapat mencatat beberapa nomor seluler penting di bawah ini.

Layanan Pengaduan Resmi RSUD RAPB PPU:

Layanan Utama: 0812 5692 3840

Nurdin: 0831 4110 4067

Anilia Hidayati: 0813 4712 2133

 

👍👍Baca Juga:https://ariarief.com/kabar-baik-rumah-adat-paser-ppu-kini-difungsikan-sebagai-rumah-singgah-pasien-gratis/

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *