konsistensi
“Esuk Dele Sore Tempe”, Kajian Linguistik dan Filosofi Budaya Jawa, Jangan Diterapkan!
Ungkapan “Mencla-mencle, esuk dele sore tempe” merupakan peribahasa Jawa yang sering digunakan untuk menggambarkan sikap yang tidak konsisten atau plin-plan. Artikel ini mengkaji ungkapan tersebut dari sudut pandang linguistik dan makna budayanya. Ayo, disimak. Secara linguistik, ungkapan tersebut mengandung unsur majas repetisi dan metafora. Repetisi “dele” dan “tempe” mempertegas makna perubahan yang terjadi, sedangkan metafora […]
