Intrik “Ubi Ungu” di Istana Gareng, Jenderal Dicopot Tanpa Izin, Bayang-Bayang Petruk Masih Menghantui?

Presiden Republik Karang Kedempel, Gareng.
KARANG KEDEMPEL GEMPAR!-Baru saja menyeruput nikmatnya kopi hitam racikan Mbok Bariah di seberang lautan (konon katanya warungnya pindah ke Republik Sapi biar sekalian liburan), Presiden Karang Kedempel, Gareng, langsung keselek! Laporan kilat dari sang tilik sandi membuatnya mendidih bak air mendidih di ceret Mbok Bariah.
Bagaimana tidak? Panglima Perangnya yang gagah berani (kalau tidak sedang ketiduran di gardu ronda) ternyata diam-diam mencopot salah satu jenderal aktif! Lebih parahnya lagi, Gareng, sang Panglima Tertinggi yang sah dan baru saja check-in di warung kopi, sama sekali tak tahu menahu! Gareng langsung berang tak alang kepalang.
“Wah, untung ada laporan! Kalau tidak, bisa-bisa nanti tahu-tahu Kerajaan Karang Kedempel sudah ganti warna jadi ‘Ubi Ungu Bersatu’!” gerutu Gareng sambil mengelap bibirnya yang belepotan kopi.
Usut punya usut, ternyata ini bukan kali pertama Gareng merasa “kecolongan” saat menikmati quality time di warung Mbok Bariah. Ingatkah kita beberapa waktu lalu? Para menterinya, tanpa permisi dan tanpa rasa bersalah, berbondong-bondong “studi banding dadakan” ke kediaman mantan Presiden Petruk di antah berantah. Bukan oleh-oleh penting yang dibawa, melainkan sekarung ubi ungu kesayangan sang mantan! Alamak!
Informasi terbaru dari si mata-mata andalan Gareng sungguh bikin geleng-geleng kepala. Pencopotan jenderal itu ternyata atas dasar “sendika dawuh” alias perintah terselubung dari… siapa lagi kalau bukan mantan Presiden Petruk! Rupanya, pengaruh “ubi ungu” masih kuat mencengkeram beberapa oknum di internal Republik Karang Kedempel.
Astaga! Ternyata di dalam istanaku sendiri masih banyak loyalis ‘Ubi Mania’!” keluh Gareng sambil menepuk jidatnya. “Ini gawat! Bisa-bisa nanti pas rapat kabinet, semua hidangannya malah ubi rebus!”
Kini, Gareng harus segera kembali ke Karang Kedempel dengan langkah seribu. Urusan kopi bisa ditunda, tapi urusan “penyusup beraroma ubi” ini tidak bisa dibiarkan. Kira-kira, langkah “gebrakan” apa yang akan diambil Presiden Gareng? Apakah dia akan melakukan “operasi bersih-bersih” loyalis mantan? Atau justru akan ikut menanam ubi di halaman istana demi meredam gejolak?
Kita tunggu saja kelanjutan kisah seru (dan sedikit bikin ngakak) dari Karang Kedempel! Yang jelas, liburan sambil ngopi Gareng kali ini jelas kurang “greget” dibanding intrik di kerajaannya sendiri. Dasar dunia pewayangan, penuh kejutan dan… ubi! Namun, rakyat Republik Karang Kedempel mayoritas mahfum. Bagaimana pun Gareng adalah mantan barisan Petruk. Jadi, menurut rakyat Karang Kedempel, sangat sulit bagi Gareng untuk melenyapkan bayang-bayang Petruk Si Kantong Bolong itu.
Meski begitu, sembari menyeruput wedang kopi pahit, mari kita tunggu saja episode berikutanya. Siapa tahu Gareng ngelindur dan mampu melenyapkan bayangan Petruk dari Republik Karang Kedempel yang sekarang dipimpinnya itu.
(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *